Inisatif baru program Sustainable Living Village (SLV) Apical dalam mendorong kemitraan budidaya perkebunan kakao dan pemberdayaan masyarakat, sembari berkontribusi terhadap masa depan berkelanjutan sejalan dengan visi Apical2030.
Memanfaatkan reputasi Kutai Timur dalam menghasilkan kakao berkualitas tinggi, program SLV kali ini menyediakan pelatihan Good Agricultural Practices (GAP) bagi petani mitra dan memfasilitasi akses ke pasar. Earthworm Organization telah menghubungkan petani dengan dua koperasi cokelat dari Karangan dan Bali, menciptakan peluang untuk dialog langsung antarpetani. Untuk lebih mendukung pengembangan kakao, sebuah pembibitan dengan kapasitas 2.000 bibit sedang dibangun, dan Apical serta Earthworm masing-masing telah menanam plot demonstrasi seluas 2 hektar di dua desa.
Selain menciptakan peluang pendapatan baru bagi petani kecil melalui promosi budidaya kakao, program SLV baru ini juga bertujuan untuk melestarikan hutan dan membangun kemitraan yang kuat dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan. Melalui kemitraan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sebuah pembibitan agroforestri dengan kapasitas 30.000 bibit sedang dikembangkan untuk perhutanan sosial dan restorasi, menjangkau lebih dari 180 hektar.


