Skip to main content
Keberlanjutan adalah inti dari bisnis kami

Kebijakan Keberlanjutan

Kebijakan Keberlanjutan 2023 kami yang telah diperbarui merupakan langkah penting dalam perjalanan kami untuk mendorong perubahan transformatif menuju rantai pasok yang berkelanjutan dan bebas deforestasi. Sejak pertama kali diluncurkan pada September 2014, kami tetap berkomitmen untuk menerapkan praktik berkelanjutan dan menjadi warga korporasi yang bertanggung jawab. Kebijakan ini menegaskan komitmen kami untuk memastikan bahwa prinsip keberlanjutan diterapkan di seluruh rantai nilai produksi minyak sawit kami, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga pengiriman kepada pengguna akhir.

Komitmen kami

Apical berkomitmen untuk membangun rantai pasok minyak sawit yang dapat ditelusuri, berkelanjutan, dan bebas deforestasi.

  • Memperkuat komitment No Deforestation, No Peat, and No Exploitation (NDPE) bagi para pemasok untuk mematuhi batas waktu di Desember 2015
  • Berkomitmen untuk memerangi perubahan iklim sesuai target pemanasan global 1.5°C yang ditetapkan dalam Paris Agreement melalui komitmen Apical 2030
  • Berkomitmen untuk melestarikan dan meningkatkan keanekaragaman hayati di lanskap rantai pasok.
  • Berkomitmen untuk menjunjung tinggi standar hak asasi manusia internasional di seluruh operasional dan rantai pasok kami
  • Berkomitmen untuk terus mendorong inklusivitas dengan mendukung petani kelapa sawit
  • Memprioritaskan akuntabilitas di seluruh rantai pasok dengan menjamin komitmen dari para pemasok
  • Secara proaktif untuk menyesuaikan dengan perkembangan peraturan berkelanjutan

Komitmen ini berlaku untuk seluruh operasi Apical di seluruh dunia, dimana mencangkup kegaitan operasional kami sendiri, joint venture, anak perusahaan dan rantai pasok langsung maupun tidak langsung dalam rantai pasok kami. Kami bekerja untuk memastikan semua pemasok, partner bisnis dan karyawan patuh terhadap komitmen tersebut, ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku.

Komitmen kami tercantum pada Kebijakan Keberlanjutan 2030. untuk informasi lebih lanjut, silahkan mengunjungi dokumen Kebijakan Keberlanjutan kami.

Unduh Kebijakan Keberlanjutan Apical

Kebijakan Hak Asasi Manusia

Kami berkomitmen untuk menjalankan praktik bisnis yang etis dan bertanggung jawab sebagai bagian dari komitmen kami terhadap warga korporasi yang baik. Sebagai wujud dari komitmen tersebut, kami memperkenalkan Kebijakan Hak Asasi Manusia. Kebijakan ini sesuai dengan standar hak asasi manusia internasional dan memastikan fundamental hak-hak dasar pekerja serta masyarakat dihormati dan dijunjung tinggi.
Kebijakan ini juga sesuai dengan Kebijakan Keberlanjutan 2023 dan menegaskan kembali komitmen kami utnuk menangani isu-isu hak asasi masnusia di seluruh operasi dan rantai pasok kami.

Komitmen Kami

Apical berkomitmen untuk menghormati hak asasi manusia dari para pekerja dan masyarakat.

  • Berkomitmen untuk menghormati seluruh hak asasi manusia yang diakui secara internasional di seluruh operasi dan rantai pasok global kami, dengan memastikan praktik bisnis yang etis dan bertanggung jawab
  • Berkomitmen untuk menghormati hak-hak pekerja
  • Menghormati hak masyarakat adat dan komunitas lokal
  • Menghormati hak Pembela Hak Asasi Manusia (Human Rights Defenders) untuk menyampaikan kekhawatiran, serta berjanji untuk menindaklanjuti setiap dampak negatif terhadap mereka yang disebabkan oleh operasi atau rantai pasok kami, sesuai dengan United Nations Guiding Principles on Business and Human Rights

Komitmen kami terdapat pada Kebijakan Hak Asasi Manusa 2023. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan melihat dokumen kebijakan kami

Unduk Kebijakan Hak Asasi Manusia Apical

Kebijakan Sumber Pasokan

Penting bagi pelanggan dan konsumen kami untuk yakin bahwa produk kami terbuat dari minyak kelapa sawit yang bersumber secara bertanggung jawab dari rantai pasokan yang dapat ditelusuri dan transparan yang menghargai lingkungan dan masyarakat setempat.

Demikian juga, penting bagi kita untuk bekerja sama dengan pemasok kita yang berharga untuk memastikan bahwa produk mereka dapat diterima secara luas dan memiliki akses pasar global yang tidak terbatas.

Kebijakan Sumber ini telah diselaraskan sesuai dengan Kebijakan Keberlanjutan Apical (September 2014) untuk membangun rantai pasokan minyak sawit yang dapat dilacak dan transparan.

Lingkup

Kebijakan ini mencakup semua operasi internal dan eksternal dalam rantai pasokan Apical termasuk pengolahan, pabrik kelapa sawit, pabrik karnel, perkebunan dan petani kecil.

Strategi Sumber

Apical telah berkomitmen dalam Kebijakan Keberlanjutannya untuk mendapatkan pasokan minyak sawit melalui jaringan yang transparan, yang dapat ditelusuri ke pabrik asalnya.

Strategi sumber kami akan fokus pada pengembangan hubungan jangka panjang dan pemahaman dengan semua pemasok kami. Kebijakan Pengadaan ini akan dilaksanakan melalui:

Melibatkan pemasok kami untuk memastikan mereka mematuhi Kebijakan Keberlanjutan dan Sumber Daya kami.

Memelihara dan memperbarui kumpulan data ketertelusuran kami ke pabrik pemasok dan perkebunan.

Memastikan bahwa pasokan perusahaan berasal dari sumber yang legal dan mencegah perambahan pada kawasan lindung (hutan alam/kawasan SKT, taman nasional, dll.) sesuai dengan persyaratan hukum yang berlaku.

Detail tentang cakupan sumber kami, strategi, dan sumber dari petani kecil dapat ditemukan di Kebijakan kami.

Unduh Kebijakan Sumber Daya Minyak Sawit Apical

Ensuring effective implementation

Kerangka A-SIMPLE

Pada tahun 2020, kami meluncurkan Apical Sustainability IMPLEmentation (A-SIMPLE) Framework. Kerangka kerja ini merupakan mekanisme untuk memastikan implementasi yang efektif atas Kebijakan Keberlanjutan kami, serta menyelaraskan praktik bisnis berkelanjutan Apical di seluruh operasi dan rantai pasok. Kerangka kerja ini bersifat komprehensif dan strategis untuk membantu pemasok mencapai transparansi rantai pasok serta kepatuhan terhadap prinsip No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE).

Langkah-langkah dalam kerangka kerja ini menjadi fondasi perjalanan keberlanjutan Apical dalam mendorong perubahan transformatif di sektor kelapa sawit, khususnya untuk mengurangi risiko dalam rantai pasok. Melalui penyelesaian tahapan-tahapan tersebut, kami membangun sumber pasokan berkelanjutan yang andal dengan tingkat risiko rantai pasok yang rendah, sehingga meningkatkan kepercayaan para pembeli.

Read more

Setting commitment marks an important first step for Apical top level of management as we set the stage to integrate sustainability into the business operations and supply chain. To demonstrate our commitment, we launched Apical Sustainability Policy in 2014.

Based on the criteria in the Sustainability Policy, we establish risk profiles for all elements of our supply chain. At this Risk Profiling stage, risk-based approach Mill Prioritisation Process (MPP) uses remote sensing technology and non-spatial information by Apical’s in-house GIS specialist to assess the risk our supplier poses to Apical.

The risk profile is a towering factor of determination to identify suppliers to engage. Prioritisation stage is requisite to ascertain engagement with high-priority suppliers. Supplier Engagement will be conducted through a plethora of Anchor Programmes including deep engagement (Priority Supplier Engagement Program) and broad engagement (Shared Value Program, Traceability Outreach Program) approaches to drive supply chain transformation and NDPE compliant.

Supplier Engagement shows the level of commitment a supplier has to sustainability values. At this stage, any Grievance identified concerning palm oil supply chain has to undergo a robust Supplier Engagement and Grievance Procedure. Grievance Verification Team will investigate any alleged violation of our policy; any proven violation by suppliers must be resolved or remediated where appropriate. Grievance Steering Committee and Sustainability Director oversee all grievance related matters to ensure policy compliant.

Outcome of Anchor Programmes participation and grievance monitoring also contribute to Independent Verification against suppliers’ traceability level, especially on their NDPE compliance. Suppliers’ non-compliance require them to undergo Transformation initiative.

Successful positive changes from transformation initiative will be substantiated internally through technology-enabled services such as satellite Monitoring by our GIS specialist using Global Forest Watch (GFW) Pro, Global Land Analysis Discovery (GLAD) system, and independently monitored by Earthqualizer. Adoption of A-SIMPLE Framework help suppliers demonstrate fulfilment of supply chain transparency and ultimately results in a reduction of supply chain risk and contribution to positive impacts in social and environment.

The Disclosure of aspects of supply chain sustainability drive accurate Reporting (Global Reporting Initiative, in accordance) and leads to more ambitious sustainable actions – socially and environmentally.

Anchor Programmes

While traceability allows us to identify and map our suppliers all the way up to the plantation level, prioritisation and engagement with suppliers is crucial to ensure that the commitments and standards set out in our Sustainability Policy are met. Apical engages with suppliers through our flagship Anchor programmes to facilitate the adoption of more sustainable practices.

Check our progress dashboard to learn more about our achievements from these Anchor programmes.

Proses Prioritas Pabrik (MPP)

MPP adalah pendekatan berbasis risiko yang digunakan untuk mengidentifikasi pabrik prioritas untuk keterlibatan yang lebih dalam. Proses ini melibatkan analisis parameter geospasial dan non-spasial untuk mengidentifikasi potensi risiko keberlanjutan yang terkait dengan pabrik pemasok. Parameter geospasial mengidentifikasi risiko yang terkait dengan kebakaran, deforestasi, kawasan lindung, dan lahan gambut dalam radius 50 km dari pabrik pemasok.

Parameter non-spasial berfokus pada identifikasi masalah yang terkait dengan keluhan masyarakat, lingkungan, sosial, hukum, dan berkelanjutan yang mungkin terjadi dalam rantai pasokan TBS pabrik, berdasarkan informasi yang dilaporkan kepada publik dari sumber seperti media dan laporan eksternal. Pemasok berdampak tinggi yang memiliki hubungan bisnis jangka panjang dengan Apical juga diprioritaskan untuk dilibatkan. Semua pemasok kami dinilai berdasarkan MPP. Tingkat risiko diperbarui setiap bulan berdasarkan parameter MPP.

Priority Supplier Engagement Programme (PSEP)

PSEP menilai pemasok berisiko tinggi kami, yang diprioritaskan melalui MPP, pada tingkat kepatuhan mereka terhadap Kebijakan Keberlanjutan kami dan standar industri lainnya. Penilaian ini berfokus pada enam prinsip panduan utama. Untuk pemasok di PSEP, kami akan melakukan kunjungan lapangan yang memungkinkan kami untuk memiliki interaksi pribadi dan komunikasi yang lebih efektif. Keterlibatan yang lebih dalam memfasilitasi pemahaman yang lebih baik tentang pemasok kami, memberikan wawasan baru tentang praktik mereka, dan membantu mengidentifikasi kesenjangan untuk perbaikan.

Isu sosial yang paling umum diidentifikasi termasuk konflik lahan akibat kurangnya Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal Tanpa Paksaan (FPIC) antara perusahaan dan masyarakat dan tidak adanya penetapan batas lahan yang jelas. Dari perspektif lingkungan, sebagian besar masalah berpusat pada polusi air dan udara dari proses penggilingan. Masalah deforestasi dan keanekaragaman hayati juga diidentifikasi dan dikaitkan dengan operasi pabrik.

Melalui keterlibatan kami, kami memberikan panduan terperinci tentang pengembangan Prosedur Operasi Standar (SOP) dan sistem manajemen keberlanjutan. Setelah kunjungan PSEP, kami terus menjaga hubungan proaktif dengan para pemasok ini untuk memastikan bahwa rencana aksi telah dilaksanakan dan memberikan bantuan lebih lanjut jika diperlukan.

PSEP adalah proses yang berkelanjutan dan sementara kami bertujuan untuk mengunjungi semua pabrik berpotensi berisiko tinggi yang teridentifikasi, target kami adalah minimal 10 pabrik setiap tahun. Melalui MPP dan PSEP kami, kami dapat meminimalkan risiko yang terkait dengan rantai pasokan kami.

PSEP berfokus pada enam (6) prinsip panduan utama:

Pemantauan kepatuhan hukum
Perlindungan kawasan nilai konservasi utama: HCV, HCS dan lahan gambut
Pengelolaan dampak lingkungan termasuk pengelolaan limbah dan bahan kimia
Menghormati orang banyak dan komunitas, termasuk tenaga kerja dan hak asasi manusia
Penciptaan nilai Bersama
Ketertelusuran

Program Jangkauan Ketertelusuran (TOP)

Diluncurkan pada tahun 2017, TOP dirancang untuk memberikan pengetahuan dan solusi yang disederhanakan bagi pemasok kilang kami tentang cara mengumpulkan dan mengelola data keterlacakan pemasok TBS mereka. Program ini mengambil pendekatan “luar ke dalam” di mana pemasok dipandang sebagai salah satu kontributor solusi untuk membuat industri lebih dapat dilacak.

Program ini juga memiliki ambisi untuk memverifikasi dan menggabungkan data yang dikumpulkan untuk membangun platform pemetaan interaktif untuk membantu pemasok mengidentifikasi dan mengelola masalah tingkat lanskap berdasarkan lokasi sumber TBS mereka.

Aksi Kolaboratif melalui Keterlibatan Jarak Jauh

Karena pembatasan perjalanan terkait pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung, kami meluncurkan program CARE pada tahun 2020 sebagai pengganti sementara PSEP. Melalui CARE, pemasok terpilih diharuskan melakukan verifikasi penilaian sendiri untuk menentukan risiko kepatuhan mereka dalam rantai pasokan.

Verifikasi dilakukan melalui platform online yang memungkinkan tim keberlanjutan kami melakukan analisis desktop sebelum terlibat dengan pemasok terpilih dari jarak jauh. Setelah proses verifikasi, Apical mengembangkan rencana aksi untuk pemasok yang memiliki kesenjangan dalam praktik keberlanjutan, termasuk menyelaraskan dengan komitmen NDPE kami.

Verifikasi OnlinePeninjauan BerkasRencana AksiImplementasi dan Tindak Lanjut

Penilaian Sendiri Pemasok (SFA)

Komponen utama dari Kebijakan Keberlanjutan Apical adalah komitmen kami terhadap NDPE yang juga berlaku untuk pemasok kami. Untuk memastikan bahwa praktik NDPE diterapkan dan risiko dalam rantai pasokan kami teridentifikasi, Apical telah mengembangkan alat SFA untuk membantu pemasok kami menilai kepatuhan operasi mereka sendiri terhadap persyaratan.

Pada tahun 2019, kami melakukan uji coba dengan beberapa pemasok besar dan menengah kami, serta pemasok yang hanya mengoperasikan pabrik untuk menguji kegunaan alat. Setelah uji coba satu bulan dan berdasarkan umpan balik yang diperoleh, kami meluncurkan SFA untuk semua pemasok kami yang diharuskan mengisi kuesioner untuk mengidentifikasi kesenjangan dalam praktik terhadap komitmen Kebijakan Keberlanjutan kami dan bidang dukungan yang diperlukan untuk menutup kesenjangan tersebut. Jika kesenjangan teridentifikasi, kami kemudian akan melibatkan pemasok ini melalui program PSEP dan SVP kami.

Program Nilai Bersama (SVP)

Dalam kemitraan dengan Earthworm Foundation, Proforest dan Daemeter, kami mengadakan lokakarya melalui SVP kami untuk pemasok prioritas kami tentang pilihan topik yang mempertimbangkan masalah regional khusus untuk lokasi pemasok. SVP mencakup tren pasar terbaru dan manfaat skema sertifikasi internasional seperti RSPO dan ISCC. Peserta mendapatkan wawasan tentang pentingnya ketertelusuran minyak sawit dan sumber yang bertanggung jawab. Mereka juga diperbarui tentang peraturan Indonesia tentang gambut, operasi pabrik dan perkebunan, serta persyaratan Nilai Konservasi Tinggi (HCV) dan Stok Karbon Tinggi (HCS). Para pakar industri dari RSPO, Earthworm Foundation, Proforest, Daemeter, Komisi ISPO, Setara Jambi dan lembaga sertifikasi seperti Intertek dan Tuv Rheinland, sebelumnya telah berbagi pengetahuan dan pengalaman praktis tentang topik ini.

Selain presentasi oleh pakar dan mitra industri, program ini mendorong diskusi aktif di mana pemasok memiliki beberapa solusi. Kami tetap berkomitmen untuk mengadakan setidaknya dua lokakarya setiap tahun di berbagai provinsi di Indonesia. Kami memperkenalkan Responsible Sourcing Manual (RSM) kepada peserta kami yang bertujuan untuk menerjemahkan Kebijakan Keberlanjutan Apical ke dalam langkah-langkah nyata dan praktis untuk implementasi. Manual ini diterbitkan pada tahun 2018 dan telah didistribusikan ke semua pemasok kami. Sejak tahun 2020, kami mengembangkan alat Penilaian Mandiri Pemasok (SFA) untuk memahami profil pemasok.

LATEST REPORT: 2024

Apical publishes its Sustainability Report annually based on Global Reporting Index (GRI) standards and externally verified data.

Read our latest Sustainability Report