Skip to main content

Filosofi Bisnis 5C Kami

Melakukan apa yang baik untuk…

Masyarakat
Negara
Iklim
Pelanggan
Perusahaan

Apical berpedoman pada filosofi bisnis 5C dari Sukanto Tanoto, yaitu melakukan hal yang baik untuk Community (Masyarakat), Country (Negara), Climate (Iklim), dan Customer (Pelanggan), dan dengan demikian akan membawa kebaikan bagi Company (Perusahaan). Kami juga menempatkan penekanan pada tiga pilar ESG – environmental (lingkungan), social (sosial), dan governance (tata kelola).

Kami berkomitmen untuk menjalankan peran kami sebagai warga korporasi global yang bertanggung jawab, dan oleh karena itu mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN SDGs) yang diperkenalkan pada tahun 2015 sebagai kerangka bersama bagi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk membangun dunia yang lebih baik pada tahun 2030.

Apical memastikan seluruh kegiatan sejalan dengan filosofi bisnis 5C, UN SDGs, dan pilar ESG kami. Kami telah mengidentifikasi sembilan UN SDGs yang dikategorikan ke dalam tujuan inti (core goals) dan tujuan katalis (catalytic goals), di mana kami dapat memberikan dukungan, kemajuan, dan dampak positif.

Tujuan inti adalah tujuan yang memiliki keselarasan paling kuat dengan operasional dan komitmen keberlanjutan Apical, sementara tujuan katalis adalah tujuan yang dilihat Apical sebagai peluang untuk mendukung komunitas tempat kami beroperasi.

Tata Kelola

Di Apical Group, komitmen kami terhadap keberlanjutan berasal dari tingkat pimpinan tertinggi. Presiden Apical didukung oleh Direktur Keberlanjutan dan berbagai pimpinan unit bisnis untuk memastikan bahwa keberlanjutan terintegrasi dalam unit bisnis dan fungsional, serta tertanam dalam nilai dan inisiatif utama perusahaan.

Topik keberlanjutan dibahas dalam rapat Dewan Direksi yang diadakan setiap kuartal. Kami juga memiliki tim Keberlanjutan khusus yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia, serta di Pekanbaru, Dumai, Medan, Jakarta, dan Balikpapan di Indonesia. Tim Keberlanjutan bertugas untuk melaksanakan dan memantau komitmen kami melalui keterlibatan dan kolaborasi konstruktif dengan para pemangku kepentingan.

Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN SDGs)

Meskipun kami telah mengidentifikasi sembilan tujuan prioritas untuk menjadi fokus utama, kami menyadari bahwa seluruh 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) saling terhubung, dan melalui berbagai kegiatan kami, secara tidak langsung kami turut mendukung tujuan-tujuan lainnya. Seluruh program tanggung jawab sosial perusahaan kami selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang ditetapkan oleh UN SDG

Bagaimana Kami Meningkatkan Kehidupan

Restorasi Mangrove

Apical aktif melindungi dan memulihkan ekosistem pesisir di wilayah operasinya. Sejak tahun 2021, sebanyak 17.600 pohon mangrove telah ditanam di Marunda, Jakarta Utara, untuk memperkuat ketahanan pesisir dan mendukung keanekaragaman hayati di kawasan tersebut. Di Dumai, Riau, Apical juga telah menanam 6.000 pohon mangrove sejak tahun 2022 sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga kelestarian habitat pesisir yang penting. Inisiatif ini mencerminkan komitmen Apical terhadap pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab serta tujuan jangka panjang perusahaan dalam menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Rantai Pasok yang Bertanggung Jawab

Untuk melindungi lingkungan dan melestarikan sumber daya alam, sangat penting bagi kami untuk menerapkan praktik produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab.

Untuk memberikan keyakinan kepada pelanggan dan konsumen bahwa produk kami dibuat dari minyak sawit yang diperoleh secara bertanggung jawab, kami telah mengembangkan kebijakan pengadaan yang harus dipatuhi dan diterapkan oleh Apical serta pemasoknya.

Melalui program keterlacakan dan keterlibatan, kami juga bekerja sama dengan pemasok dalam mengadopsi praktik terbaik.

Energi Terbarukan

Seiring dengan semakin banyaknya negara yang beralih ke solusi yang lebih ramah lingkungan, bahan bakar terbarukan menjadi penting untuk menggerakkan transportasi dan mendukung perekonomian modern. Ekspansi kami ke pasar Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan/ Sustainable Aviation Fuel (SAF), bekerja sama dengan Moeve (dulu dikenal sebagai Cepsa), menegaskan komitmen kami untuk mengubah limbah dan residu menjadi sumber daya yang berharga. Kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam mendorong transisi global menuju penerbangan yang lebih berkelanjutan.

Selain itu, kami sedang mengeksplorasi teknologi mutakhir yang memungkinkan konversi limbah dan residu kelapa sawit menjadi biofuel generasi kedua (2G), dengan rencana untuk mengintegrasikannya ke dalam operasi kami. Kami juga memberikan panduan kepada pabrik-pabrik pemasok kami dalam pengumpulan data emisi gas rumah kaca (GRK) dan mendorong mereka untuk menerapkan langkah-langkah mitigasi guna mengurangi emisi GRK. Melalui upaya-upaya ini, kami memberikan kontribusi yang nyata untuk masa depan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Praktik Ketenagakerjaan

Apical berkomitmen untuk menyediakan kesempatan kerja yang layak, menghormati hak asasi manusia dan hak-hak ketenagakerjaan, serta menjaga lingkungan kerja yang aman. Kami juga bekerja sama secara erat dengan pemasok melalui program Anchor kami untuk memastikan praktik ketenagakerjaan yang positif di seluruh rantai pasok kami.

Pelajari lebih lanjut tentang program Anchor kami di kerangka A-SIMPLE.

PROGRAM SMILE

Program SMILE (Smallholder Inclusion for Better Livelihood and Empowerment) merupakan kolaborasi antara Asian Agri, Apical, dan Kao Corporation untuk mendukung petani swadaya serta mendorong rantai pasok minyak sawit berkelanjutan. Program ini membantu petani meningkatkan produktivitas, mengelola lahan secara bertanggung jawab, dan memenuhi standar keberlanjutan melalui pelatihan dan berbagi pengetahuan. SMILE juga menghubungkan petani dengan pasar yang berkelanjutan, sehingga mereka dapat memperoleh hasil panen yang lebih baik, memperkuat koperasi, dan mendorong pertumbuhan komunitas yang berkelanjutan. Sejak diluncurkan pada tahun 2020, program ini telah melibatkan lebih dari 4.000 petani swadaya di Sumatra Utara, Riau, dan Jambi, dengan target mencapai 5.000 petani pada tahun 2030. Inisiatif ini mendorong perubahan positif dan memperkuat keberlanjutan jangka panjang industrik kelapa sawit.

Program Sustainable Living Village

Kami berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan petani kecil secara berkelanjutan melalui program Sustainable Living Village (SLV), yang mengedepankan keseimbangan sosial ekonomi dan perlindungan lingkungan. SLV memberikan pelatihan Good Agricultural Practices (GAP) dan Best Management Practices (BMP) serta membantu petani memperoleh sertifikat Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB). Program ini dimulai di Aceh Singkil pada 2023, dengan kolaborasi bersama Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH), Yayasan Ekosistem Lestari (YEL), dan Forum Konservasi Leuser (FKL). Program ini juga mendorong petani untuk mengurangi aktivitas di hutan melalui sumber pendapatan alternatif budidaya madu Trigona. Pada 2024, SLV diluncurkan di Kutai Timur, Kalimantan Timur, bekerja sama dengan Earthworm Foundation untuk mendukung petani dalam mengembangkan kakao sebagai mata pencaharian tambahan.