Skip to main content
ArtikelArtikel 2026

Berbasis Riset, Optymax Tingkatkan Produktivitas Sapi Perah

Lebih dari 6 miliar orang di seluruh dunia mengonsumsi susu dan produk olahannya, dimana sebagian besar diantaranya tinggal di negara-negara berkembang. Namun, sapi perah di negara tersebut umumnya memiliki tingkat produktivitas yang lebih rendah dan menghasilkan susu dengan kualitas kurang optimal. Salah satu penyebab utamanya adalah kondisi iklim, terutama suhu dan kelembapan yang tinggi.

Seperti manusia, sapi perlu menjaga suhu inti tubuhnya agar tetap stabil. Dalam menghadapi suhu panas, sapi dapat mengalami stres panas, yang pada akhirnya berdampak pada penurunan produktivitas.

Salah satu pendekatan untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan menerapkan pakan yang mengandung lemak tinggi. Lemak merupakan sumber energi yang efisien untuk produksi susu dan menghasilkan panas metabolik yang lebih rendah dibandingkan pati, serat, maupun protein. Karena itu, suplemen lemak sering ditambahkan ke dalam pakan sapi perah untuk meningkatkan kepadatan energi, efisiensi pakan, produksi dan kandungan lemak susu, sekaligus membantu menjaga keseimbangan energi.

Namun, pemberian lemak yang terlalu tinggi kandungan unsaturated fatty acid (UFA) dapat mengganggu proses pencernaan alami di dalam rumen atau perut sapi. Dalam kondisi ini, mikroba rumen tidak dapat bekerja secara optimal, sehingga kemampuan dalam mencerna sumber energi penting lainnya dari pakan menurun.

Melalui rangkaian produk Optymax, Apical terus mengembangkan solusi nutrisi ternak yang mampu menyediakan energi secara efisien tanpa mengorbankan kesehatan rumen.

Untuk melihat kinerja produk ini dalam kondisi peternakan, SEAFAST (South-East Asia Food and Agricultural Science and Technology) Center di Institut Pertanian Bogor (IPB), Indonesia, melakukan uji coba independen sepanjang 2025. Uji coba ini melibatkan produk CS-85, PF-85, dan BP-100.

Hasilnya memberikan gambaran berharga bagi para peternak sapi perah, khususnya yang beroperasi di lingkungan tropis.

Metodologi Penelitian SEAFAST Center

SEAFAST melakukan studi yang komprehensif untuk memahami bagaimana sapi mencerna pakan serta bagaimana produk tertentu memengaruhi proses pencernaan dan kesehatan sapi secara keseluruhan. Penelitian ini dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu uji in vitro di laboratorium dan uji in vivo pada hewan secara langsung.

Pada tahap in vitro, SEAFAST menggunakan metode Tilley dan Terry untuk meniru proses pencernaan di dalam tubuh sapi. Melalui pendekatan laboratorium ini, peneliti dapat menilai tingkat kecernaan berbagai jenis pakan, sekaligus melihat ketersediaan nutrisi dan kondisi mikroba rumen, yang berperan penting dalam sistem pencernaan sapi.

Dalam tahap ini, beberapa parameter utama yang diamati meliputi:

  • Energi tercerna: Jumlah energi yang dapat dimanfaatkan sapi dari pakan.
  • pH: Tingkat keasaman atau kebasaan selama proses pencernaan.
  • Amonia: Sebagai indikator aktivitas dan kinerja mikroba rumen.
  • Asam lemak volatile: Produk utama hasil fermentasi yang penting bagi kebutuhan energi sapi.

Pada tahap in vivo, SEAFAST melakukan uji langsung pada sapi perah untuk melihat bagaimana kombinasi pakan yang berbeda memengaruhi kesehatan dan performa ternak.

Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), dengan membagi sapi ke dalam empat kelompok, di mana masing-masing kelompok diberikan pakan yang berbeda selama periode 60 hari:

  • Kelompok 1: pakan dasar berupa konsentrat (campuran nutrisi) dan rumput gajah (Napier Grass)
  • Kelompok 2: pakan dasar dengan tambahan 2% Optimax BP-100
  • Kelompok 3: pakan dasar dengan tambahan 2,2% Optimax CS-85
  • Kelompok 4: pakan dasar dengan tambahan 2% Optimax PF-85

SEAFAST kemudian mengukur asupan nutrisi sapi, tingkat kecernaan, kondisi tubuh, produksi susu, kualitas susu, serta profil asam lemak susu.

Ringkasan Hasil dari Setiap Produk

Penurunan Produksi Susu

Grafik ini menunjukkan bahwa produksi susu menurun pada semua kelompok seiring waktu. Namun, sapi yang diberi suplemen Optymax mampu mempertahankan produksi susu lebih baik, sehingga penurunannya tidak sebesar pada kelompok kontrol (control group).

Daya Tahan Produksi Susu

Sapi perah yang mendapat suplementasi Optymax menunjukkan persistensi produksi susu yang 4,97–7,69% lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Artinya, produksi susu dapat dipertahankan dengan lebih stabil sepanjang masa laktasi. Dengan kemampuan tersebut, sapi mampu menghasilkan susu secara lebih konsisten dari waktu ke waktu, sehingga mendukung tingkat produksi yang lebih berkelanjutan dan dapat diandalkan.

Body Condition Score / BCS

Sapi perah yang diberi suplementasi Optymax menunjukkan perbaikan Body Condition Score, yang mencerminkan cadangan lemak dan status energi tubuh sapi. Hasil ini menandakan keseimbangan energi yang lebih baik serta kondisi kesehatan yang lebih optimal. Sebaliknya, sapi pada kelompok kontrol yang tidak menerima Optymax justru mengalami penurunan pada kondisi tubuh.

Kandungan Lemak Susu

Sapi perah yang mendapat tambahan produk Optymax menunjukkan peningkatan kadar lemak susu dibandingkan dengan kelompok kontrol, yang turun sebesar 1,53%. Di antara seluruh varian, BP-100 memberikan peningkatan paling tinggi, dengan peningkatan 12,76% dibandingkan kelompok kontrol.

C18:1 cis Fatty Acid

Ketiga suplemen Optymax terbukti meningkatkan kandungan asam lemak C18:1 cis pada susu sapi dibandingkan kelompok kontrol. Asam lemak ini adalah lemak susu alami yang terdiri dari 18 atom karbon dengan satu ikatan rangkap. Bentuk ‘cis’ adalah versi alami dari asam lemak C18:1 yang bermanfaat bagi kualitas susu dengan memberikan rasa yang lebih enak, tekstur lembut, dan nilai gizi yang lebih tinggi

Ringkasan Penting

Hasil penelitian dari SEAFAST Center menunjukkan bahwa produk Optymax membantu meningkatkan performa sapi melalui sumber energi yang lebih efisien. Sapi perah yang diberi pakan mengandung Optymax mampu mempertahankan kondisi tubuh yang lebih baik, menghasilkan susu lebih banyak, serta menunjukkan aliran susu yang lebih stabil dibandingkan dengan kelompok kontrol. Lemak dalam produk ini memberikan tambahan energi tanpa mengganggu fungsi rumen, sehingga membantu sapi tetap sehat dan terus berproduksi.

Ketiga produk Optymax juga meningkatkan kadar C18:1 cis, yaitu asam lemak susu yang bermanfaat dan terkait dengan cita rasa serta kualitas susu secara keseluruhan. Temuan ini menegaskan bahwa nutrisi lemak yang tepat sasaran dapat mendukung kesehatan sapi, kinerja produksi susu, dan kualitas produk—faktor-faktor penting bagi produsen susu yang beroperasi di kondisi tropis.

Untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana Optymax mendukung kesehatan dan performa sapi, ruminansia lainnya, hewan monogastrik, serta unggas, silakan kunjungi halaman Nutrisi Hewan Apical. Temukan rangkaian lengkap produk kami dan pelajari bagaimana produk tersebut dapat meningkatkan energi, pertumbuhan, dan produktivitas secara menyeluruh pada berbagai jenis ternak.