Skip to main content
ArtikelArtikel 2024

SMILE Update: Perjalanan Petani Untuk Mencapai Sertifikasi RSPO

Dalam rangka merayakan Hari Tani Nasional 2024, mari simak kisah Novie Zulhi dari Jambi dalam perjalanan bersama kelompok taninya, Kotani Mandiri Bersama, untuk mencapai sertifikasi global RSPO, yang menjadi toonggak penting dalam produksi minyak sawit berkelanjutan untuk para petani kelapa sawit di Indonesia.

Novie Zulhi dan SMILE

Novie Zulhi mengelola perkebunan kelapa sawitnya di Jambi, sebuah provinsi di pantai timur pulau Sumatra, sejak tahun 2004. Awalnya, ia ikut membantu usaha keluarganya yang merupakan petani karet dari Merlung, Jambi sejak tahun 1980-an dan baru beralih menjadi petani sawit sejak 2001. Ketika orang tuanya meninggal pada tahun 2006, barulah Novie akhirnya benar-benar mendedikasikan dirinya secara penuh untuk menjadi petani kelapa sawit. Khawatir dengan panen yang kurang memuaskan dalam beberapa tahun terakhir.

Novie tahu ada yang harus diubah dari caranya bertani, dan ia memutuskan untuk bergabung dengan program SMILE pada tahun 2022. “Setiap kali kami berharap panen yang lebih baik. Saya ingin memberikan kepastian dan stabilitas untuk keluarga saya, dan [tujuan] itu mulai terasa jauh,” katanya.

Diluncurkan pada tahun 2020 oleh Asian Agri, Apical, dan Kao Corporation, SMILE (atau “Smallholder Inclusion for Better Livelihood & Empowerment”) bertujuan untuk memberdayakan petani kelapa sawit dengan meningkatkan hasil panen, memfasilitasi sertifikasi keberlanjutan, dan mengamankan harga premium untuk minyak sawit bersertifikat.

“Program SMILE membantu koperasi petani kecil kami, Kotani Mandiri Bersama, mengelola perkebunan kami menggunakan Good Agricultural Practices (GAP), yang secara bertahap meningkatkan hasil panen kami,” kata Novie.

Salah satu metode baru yang diajarkan adalah polygon mapping untuk mengelola batas perkebunan mereka. Ketika pelatihan, Novie sempat ragu, “namun melihat keakuratan data yang bisa kami proses membuat saya menyadari potensi dari metode ini dalam pengambilan keputusan selanjutnya. Tidak hanya terkait melacak Tanda Buah Segar (TBS), metode ini membuat kami semakin mengerti kondisi perkebunan kelapa sawit.”

“Banyak hal yang diajarkan di program SMILE, dan antusiasme utama para anggota kelompok tani adalah ketika membahas praktik-praktik berkelanjutan dalam GAP. Mulai dari dinamika kelompok dalam kegiatan pencegahan kebakaran lahan, penggolahan limbah B3, hingga hal-hal administratif seperti pencatatan hasil panen.”

Penggunaan data tidak hanya meningkatkan transparansi tetapi juga membangun kepercayaan dengan pembeli, secara signifikan hal ini berdampak pada jangkauan pasar mereka. “Tingkat keterlacakan ini adalah sesuatu yang belum kami kelola, atau bahkan pahami sebelumnya. Metode-metode baru telah membuat perbedaan yang signifikan dalam cara kami beroperasi,” kata Novie.

Meningkatkan keterlacakan bahan baku merupakan bagian penting dari SMILE dan kemitraan dengan KAO, sebuah perusahaan multinasional kimia dan kosmetik yang telah bermitra dengan Asian Agri dan Apical, berusaha untuk mempertahankan rantai pasokan yang berkelanjutan untuk produk mereka.

“SMILE dirancang untuk meningkatkan taraf hidup petani dan mempromosikan pertanian berkelanjutan,” jelas Hendra Hosea, Sustainability Manager di Apical. “Di luar harga yang adil untuk minyak sawit bersertifikat, kami bertujuan untuk menciptakan perubahan positif.”

 

Memperoleh Sertifikasi RSPO

Salah satu perubahan paling signifikan dari program SMILE adalah sertifikasi RSPO yang berhasil diraih Novie dan kelompoknya. Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) yang berbasis di Zurich, Swiss adalah organisasi global yang mengembangkan dan menerapkan standar untuk minyak sawit berkelanjutan.

Lewat tim yang membantu di dalam program SMILE, Novie dan kelompoknya melakukan audit internal guna mempermudah mereka mendapatkan sertifikasi. Hingga pada Desember 2022, Kotani Mandiri Bersama akhirnya diaudit secara eksternal oleh pihak RSPO.

“Setelah melakukan persyaratan pada tahun 2023, mencapai sertifikasi RSPO adalah momen kebanggaan bagi kami. Sertifikasi ini mengakui keberlanjutan perkebunan kami secara internasional dan menambah nilai produk kami dalam industri minyak sawit.”

Sejak sertifikasi, Novie mengaku bahwa mereka mendapatkan peningkatan hasil panen hingga 30%, secara signifikan meningkatkan perekonomian kelompoknya. “Kini jumlah anggota kami mencapai lebih dari 500 orang dan tersebar di tiga desa, dengan total luasan lahan mencapai lebih dari 700 hektar.”

Dia juga memperhatikan perubahan positif dalam kelompoknya, “kelompok kami sekarang mematuhi prinsip-prinsip berkelanjutan dalam mengelola perkebunan kami. Aturannya cukup ketat, sejujurnya, tetapi kami terbiasa. Sekarang menjadi prioritas utama untuk memastikan semua yang kami lakukan selaras dengan standar keberlanjutan oleh RSPO.”

Kelompoknya, yang awalnya beranggotakan 200 petani saja, telah menerima sekitar Rp500,000,000 dalam kredit RSPO. Mereka memutuskan untuk mengalokasikan pendanaan mereka untuk pasokan pupuk. “Kami belajar tentang cara yang lebih baik untuk memupuk perkebunan kami selama pelatihan dua tahun. Kami mengurangi banyak biaya pemeliharaan, sekarang kami tahu lebih baik,” kata Novie.

Masa Depan Baru

Rutinitas harian Novie kini meliputi berbagai aspek operasional kelompoknya. “Hari saya dimulai dengan memeriksa kondisi perkebunan dan memastikan bahwa semua pekerja mengikuti praktik berkelanjutan yang telah kami adopsi. Saya mengawasi penerapan pupuk, memantau pengendalian hama, dan memastikan bahwa sumber air kami digunakan secara efisien. Selain itu, saya juga menangani tugas administratif terkait pemeliharaan sertifikasi RSPO kami dan berkoordinasi dengan mitra kami untuk pelatihan dan dukungan berkelanjutan.”

Pada November 2024, Novie akan melakukan perjalanan ke Thailand untuk menerima penghargaan apresiasi di RT2024, sebuah acara tahunan yang diselenggarakan oleh RSPO. Novie mengungkapkan, “saya senang menerima penghargaan ini karena itu menandakan kesuksesan yang lebih besar di masa depan. Hal ini menunjukkan bahwa upaya kami diakui dan mendorong kami untuk terus melakukan hal-hal baik.”

“Awalnya, saya hanya ingin mencapai sertifikasi RSPO, tetapi mendapat pengakuan lewat acara ini sangat berarti bagi saya. Hal ini menyoroti potensi bagi petani kecil seperti kami untuk membuat dampak yang berarti.”