Lebih dari 6 miliar orang di seluruh dunia mengonsumsi susu dan produk olahannya, menjadikan produk susu sebagai salah satu sumber nutrisi penting secara global. Permintaan terhadap produk susu juga terus meningkat, terutama di negara-negara berkembang yang menyumbang porsi besar konsumsi susu dunia. Namun, produksi susu di wilayah tropis dan subtropis menghadapi tantangan tersendiri. Suhu udara dan kelembapan yang tinggi dapat memengaruhi kondisi sapi perah, sehingga produksi susu menurun, kualitas susu berkurang, dan performa reproduksi ikut terganggu.
Sapi termasuk hewan yang perlu menjaga suhu tubuhnya tetap stabil agar fungsi tubuh dapat berjalan dengan normal. Ketika suhu lingkungan melebihi batas nyaman, sapi dapat mengalami stres panas. Kondisi ini dapat membuat konsumsi pakan menurun, mengganggu efisiensi metabolisme, dan pada akhirnya mengurangi produksi susu. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa stres panas dapat menurunkan produksi susu sekitar 10–25%, tergantung pada intensitas dan lamanya sapi terpapar panas.
Salah satu pendekatan untuk membantu mengatasi kondisi tersebut adalah dengan mengatur komposisi pakan, termasuk meningkatkan penggunaan lemak dalam ransum sapi perah. Lemak merupakan sumber energi yang efisien untuk mendukung produksi susu dan menghasilkan panas metabolik yang lebih rendah dibandingkan pati, serat, dan protein. Karena itu, suplemen lemak sering ditambahkan ke dalam pakan untuk meningkatkan kepadatan energi dan efisiensi pakan, mendukung produksi serta kadar lemak susu, sekaligus membantu menjaga keseimbangan energi sapi.
Namun, pemberian lemak yang terlalu tinggi, terutama lemak yang kaya akan asam lemak tidak jenuh (unsaturated fatty acids/UFA), dapat mengganggu fungsi rumen. Kadar UFA yang berlebihan dapat memengaruhi aktivitas mikroba di dalam rumen, menurunkan kemampuan sapi dalam mencerna serat, serta mengurangi efisiensi pemanfaatan zat gizi lain dari pakan.
Melalui rangkaian produk Optymax, Apical mengembangkan solusi nutrisi ternak yang dirancang untuk menyediakan sumber energi secara efisien tanpa mengganggu fungsi normal rumen. Produk-produk ini ditujukan untuk membantu peternak sapi perah meningkatkan produktivitas, terutama dalam menghadapi kondisi iklim tropis yang dapat menjadi tantangan bagi ternak.
Untuk menguji kinerjanya dalam kondisi peternakan yang nyata, Apical Innovation Centre (AIC) bekerja sama dengan South-East Asia Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center di IPB University, Bogor, Indonesia. Selama satu tahun terakhir, dilakukan uji pemberian pakan secara independen dengan menggunakan lini produk CS-85, PF-85, dan BP-100 dari Apical. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh solusi nutrisi tersebut terhadap performa sapi perah, pemanfaatan energi, dan produktivitas secara keseluruhan.
Pendekatan Riset SEAFAST Center Bersama AIC
SEAFAST melakukan penelitian menyeluruh untuk memahami bagaimana sapi mencerna pakan, serta melihat pengaruh produk tertentu terhadap proses pencernaan dan kondisi kesehatan sapi secara keseluruhan. Penelitian ini dilakukan melalui dua tahap, yaitu uji in vitro di laboratorium dan uji in vivo yang dilakukan langsung pada hewan.
Pada tahap in vitro, SEAFAST menggunakan metode Tilley dan Terry untuk meniru proses pencernaan sapi dalam kondisi laboratorium. Melalui metode ini, peneliti dapat mengukur seberapa baik berbagai jenis pakan dapat dicerna dan dimanfaatkan oleh sapi, termasuk ketersediaan nutrisinya serta pengaruhnya terhadap aktivitas mikroba di dalam rumen, salah satu bagian utama dari sistem pencernaan sapi.
Beberapa faktor utama yang diukur dalam bagian penelitian ini meliputi:
- Energi yang dapat dicerna: jumlah energi dari pakan yang dapat dimanfaatkan oleh sapi.
- pH: tingkat keasaman atau kebasaan pakan selama proses pencernaan.
- Amonia: salah satu indikator untuk melihat seberapa baik mikroba di dalam rumen bekerja.
- Asam lemak volatil: senyawa penting yang dihasilkan selama proses pencernaan dan menjadi salah satu sumber energi bagi sapi.
Pada tahap in vivo, SEAFAST melakukan penelitian langsung pada sapi yang berada di fase pertengahan laktasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana berbagai kombinasi pakan memengaruhi kesehatan dan performa sapi. Perlu dipahami bahwa pada fase ini, produksi susu memang secara alami akan menurun secara perlahan dan bertahap.
Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), dengan sapi dibagi menjadi empat kelompok yang masing-masing mendapat jenis pakan berbeda:
- Kelompok 1: Pakan dasar berupa konsentrat (campuran pakan kaya nutrisi) dan rumput gajah
- Kelompok 2: Pakan dasar dengan tambahan 2% BP-100
- Kelompok 3: Pakan dasar dengan tambahan 2,2% CS-85
- Kelompok 4: Pakan dasar dengan tambahan 2% PF-85
Selanjutnya, SEAFAST mengukur berbagai aspek untuk melihat pengaruh masing-masing jenis pakan, mulai dari jumlah nutrisi yang dikonsumsi dan tingkat kecernaan pakan hingga kondisi tubuh sapi, produksi dan kualitas susu, serta profil asam lemak dalam susu.
Hasil Utama: Kinerja Setiap Produk
Produksi Susu [Calcium salt (OPTYMAX CS-85) vs NO FAT SUPPLEMENT]
Konsistensi Produksi Susu (vs NO FAT SUPPLEMENT)
(Seberapa konsisten sapi mempertahankan produksi susunya)
- Calcium salt (CS-85): +7.69%
Skor Kondisi Tubuh / BCS (vs NO FAT SUPPLEMENT)
(Menggambarkan kondisi tubuh dan cadangan energi sapi)
- Calcium salt (CS-85): +8.23%
Kandungan Lemak Susu (vs NO FAT SUPPLEMENT)
- Calcium Salt (CS-85): +4.43%
Asam Lemak C18:1 cis (vs NO FAT SUPPLEMENT)
(Lemak alami yang membantu meningkatkan kualitas susu)
- Calcium Salt (CS-85): +5,13%
Fermentasi Rumen
(Seberapa baik sapi mengolah pakan di dalam rumen)
- CS-85 (Calcium Salt) menunjukkan kinerja yang stabil dan konsisten selama penelitian.
Daya Cerna
(Seberapa baik sapi mencerna dan memanfaatkan pakan)
- Pada tingkat 2,2%, sapi mampu mencerna pakan dengan sama baiknya seperti sapi yang tidak mendapat tambahan lemak. Ini menunjukkan bahwa penambahan lemak tersebut tidak mengganggu proses pencernaan normal.
Pemanfaatan Energi
(Seberapa efisien sapi mengubah pakan menjadi susu)
- CS-85 memberikan pasokan energi yang stabil pada berbagai tingkat penggunaan.
Produksi Susu [Palmitic acids 85% (OPTYMAX PF-85) vs NO FAT SUPPLEMENT]
Kestabilan Produksi Susu (vs NO FAT SUPPLEMENT)
(Seberapa stabil sapi mempertahankan produksi susunya)
- Palmitic Acids (PF-85): +7,43%
Skor Kondisi Tubuh / BCS (vs NO FAT SUPPLEMENT)
(Menggambarkan kondisi tubuh dan cadangan energi sapi)
- Palmitic Acids (PF-85): +6,65%
Kandungan Lemak Susu (vs NO FAT SUPPLEMENT)
- Palmitic Acids (PF-85): +11.38%
Asam Lemak C18:1 cis (vs NO FAT SUPPLEMENT)
(Lemak alami yang membantu meningkatkan kualitas susu)
- Palmitic Acids (PF-85): +6.78%
Fermentasi Rumen
(Seberapa baik sapi mengolah pakan di dalam rumen)
- PF-85 (Palmitic acids) paling mudah diolah oleh sapi, terutama pada tingkat penggunaan 2%.
Kecernaan Pakan
(Seberapa baik sapi mencerna dan memanfaatkan pakan)
- Pada tingkat 2,2%, kemampuan sapi dalam mencerna pakan tetap sama baiknya dengan sapi yang tidak mendapat suplemen. Artinya, penambahan lemak tidak mengganggu proses pencernaan normal.
Pemanfaatan Energi
(Seberapa efisien sapi mengubah pakan menjadi susu)
- PF-85 pada tingkat 2% menghasilkan energi paling tinggi untuk mendukung produksi susu.
Rasa & Kualitas Susu
- PF-85 (Palmitic Acid) menghasilkan susu dengan aroma yang lebih kuat dan lebih menarik.
Produksi Susu [Triglyceride (OPTYMAX BP-100) vs NO FAT SUPPLEMENT]
Kestabilan Produksi Susu (vs NO FAT SUPPLEMENT)
(Seberapa stabil sapi mempertahankan produksi susunya)
- Triglycerides (BP-100): +4.97%
Skor Kondisi Tubuh / BCS (vs NO FAT SUPPLEMENT)
(Menggambarkan kondisi tubuh dan cadangan energi sapi)
- Triglycerides (BP-100): +6.24%
Kandungan Lemak Susu (vs NO FAT SUPPLEMENT)
- Triglycerides (BP-100): +14.29%
Asam Lemak C18:1 cis (vs NO FAT SUPPLEMENT)
(Lemak alami yang membantu meningkatkan kualitas susu)
- Triglycerides (BP-100): +4.96%
Rasa & Kualitas Susu
- BP-100 (Triglycerides) menghasilkan susu dengan rasa yang lebih kaya dan tekstur yang lebih creamy.
Temuan Studi
Studi yang dilakukan SEAFAST Center menunjukkan bahwa seluruh produk Optymax memberikan dampak positif terhadap performa sapi perah. Sapi yang mendapatkan suplementasi Optymax menghasilkan susu dalam jumlah yang lebih tinggi, dengan produksi yang lebih stabil selama periode penelitian, serta memiliki kondisi tubuh yang lebih baik dibandingkan kelompok kontrol. Hasil ini menunjukkan bahwa sapi yang menerima suplementasi mampu memanfaatkan energi dari pakan secara lebih efisien, sehingga dapat mendukung produktivitas sekaligus kondisi tubuh ternak.
Setiap produk Optymax juga menunjukkan manfaat yang berbeda. PF-85 memberikan pemanfaatan energi tertinggi untuk produksi susu dan menghasilkan peningkatan produksi yang paling kuat secara keseluruhan. CS-85 menunjukkan performa yang konsisten pada berbagai parameter, membantu pemanfaatan nutrisi secara efisien sekaligus menjaga produktivitas. Sementara itu, BP-100 memberikan peningkatan pada karakteristik sensori susu, termasuk rasa yang lebih kaya dan tekstur yang lebih creamy.
Studi ini juga menemukan adanya peningkatan kadar asam lemak C18:1 cis pada seluruh kelompok yang menerima Optymax. C18:1 cis atau asam oleat merupakan asam lemak tak jenuh tunggal yang secara alami terdapat dalam lemak susu. Kadar yang lebih tinggi dapat membantu memperbaiki komposisi lemak susu dan berpotensi memberikan manfaat terhadap karakteristik sensori serta kualitas nutrisinya.
Rangkuman Temuan
Hasil studi ini menunjukkan bahwa produk Optymax dari Apical dapat menjadi sumber energi tambahan yang efektif bagi sapi perah, terutama dalam kondisi peternakan di wilayah tropis. Sapi yang mendapat Optymax mampu mempertahankan kondisi tubuh dengan lebih baik, menghasilkan susu lebih banyak, dan menjaga produksi susu tetap stabil dibandingkan sapi yang tidak mendapat suplementasi. Tambahan lemak dalam pakan membantu memenuhi kebutuhan energi tanpa mengganggu proses pencernaan, sehingga sapi tetap dalam kondisi yang baik dan dapat mempertahankan produktivitasnya.
Di antara produk yang diuji, PF-85 (Palmitic Acid) menunjukkan kinerja keseluruhan yang paling kuat. Produk ini memberikan pasokan energi terbesar untuk mendukung produksi susu, membantu meningkatkan produksi susu harian dan kadar lemak susu, serta memberikan pengaruh positif terhadap aroma dan kualitas susu secara keseluruhan.
CS-85 (Calcium Salt), yang diberikan sebanyak 2,2% dari total pakan, menunjukkan tingkat kecernaan dan pemanfaatan nutrisi yang baik. Kinerjanya juga relatif stabil pada berbagai parameter produksi, sehingga dapat menjadi pilihan yang andal untuk mendukung produktivitas sapi perah.
Sementara itu, BP-100 (Triglyceride) menunjukkan keunggulan dalam meningkatkan karakteristik sensori susu, dengan menghasilkan sensasi yang lebih kaya di mulut dan tekstur yang lebih creamy. Selain itu, ketiga produk Optymax meningkatkan kadar asam lemak C18:1 cis dalam susu. Komponen lemak susu ini dinilai dapat mendukung kualitas produk sekaligus meningkatkan penerimaan konsumen.
Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan potensi Optymax sebagai solusi nutrisi untuk membantu meningkatkan performa sapi perah, mendukung produksi susu, serta menjaga kualitas susu di tengah kondisi lingkungan tropis yang menantang.
Ingin mengetahui bagaimana Optymax dapat membantu mendukung performa ternak yang lebih baik? Kunjungi halaman Animal Nutrition Apical untuk melihat rangkaian produknya dan memahami bagaimana nutrisi yang tepat dapat membantu menunjang kebutuhan energi, pertumbuhan, dan produktivitas ternak.












