Skip to main content
News ReleasesNews Release 2026

Program SLV Apical: KTH Wana Makmur Raih Izin Perhutanan Sosial di Kalimantan Timur

Penajam Paser Utara, 2 Maret 2026 — Program Sustainable Living Village (SLV) yang dijalankan Apical bersama mitranya, Earthworm Foundation, mencatat tonggak penting dengan Kelompok Tani Hutan Wana Makmur. Kelompok tani binaan tersebut berhasil memperoleh izin perhutanan sosial seluas 127 hektar. Izin tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni dalam seremoni di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 28 Februari 2026.

KTH Wana Makmur yang beranggotakan 32 orang telah mendapatkan pendampingan melalui Program SLV sejak 2024. SLV merupakan model pembangunan desa berkelanjutan yang dirancang untuk menyeimbangkan dampak social-ekonomi dan perlindungan lingkungan, serta memberdayakan komunitas lokal melalui praktik pertanian berkelanjutan.

Melalui pendekatan ini, petani tidak hanya mendapatkan pendampingan dalam menerapkan praktik sawit berkelanjutan, tetapi juga didorong untuk melakukan diversifikasi mata pencaharian. Salah satunya melalui budidaya kakao yang dapat menambah sumber pendapatan dan juga membantu mengurangi tekanan terhadap kawasan hutan.

“Kami bangga melihat proses pendampingan yang telah berjalan sejak 2024 kini memperoleh pengakuan resmi melalui izin perhutanan sosial ini,” ujar Agus Wiastono, Manajer Corporate Social Responsibility (CSR) Apical. “Bersama mitra, kami akan terus mendukung kelompok dalam menyusun rencana pengelolaan dan memastikan area ini dikelola secara bertanggung jawab, sekaligus memperkuat sumber penghidupan masyarakat.”

Izin perhutanan sosial ini memberikan kepastian hukum bagi masyarakat untuk mengelola dan memanfaatkan kawasan hutan secara legal. Dalam sambutannya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan pentingnya akses legal bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian hutan.

“Dengan diterbitkannya izin perhutanan sosial ini, petani diberikan akses untuk mengelola dan memanfaatkan hutan. Dengan akses tersebut, Bapak/Ibu sekalian mendapatkan kepastian hukum untuk memaksimalkan fungsi hutan di wilayah masing-masing. Kami berharap kelestarian hutan dapat kita jaga bersama-sama,” ujar Raja Juli Antoni.

Melalui pendekatan agroforestri, KTH Wana Makmur akan mengembangkan kakao di bawah naungan tegakan hutan, sehingga anggota kelompok dapat memperoleh tambahan pendapatan tanpa membuka lahan baru. Sejak Februari 2025, kelompok telah didukung dalam pembibitan kakao dan pengembangan plot demonstrasi sebagai bagian dari persiapan pengelolaan area tersebut. Selain kakao, kelompok juga berencana melakukan diversifikasi tanaman dengan komoditas buah-buahan yang memiliki potensi pasar lokal.

“Pendekatan agroforestri memungkinkan masyarakat tetap menjaga tutupan pohon sekaligus mengembangkan usaha produktif,” ujar Bahrun, Operational Manager Earthworm Foundation. “Kami akan terus mendampingi kelompok dalam penguatan kapasitas teknis serta mendukung akses pasar secara bertahap.”

Ketua KTH Wana Makmur, Tugiman, menyampaikan bahwa izin ini memberikan kepastian bagi kelompok untuk melangkah lebih jauh. “Dengan adanya izin ini, kami semakin percaya diri untuk mengelola kawasan melalui agroforestri. Kami ingin memastikan hutan tetap terjaga dan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga kami,” ujarnya.

Selain penyerahan izin, KTH Wana Makmur juga menerima bantuan pengembangan perhutanan sosial senilai Rp50.000.000 yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan operasional dan pengembangan usaha kelompok.

Ke depan, Apical bersama Earthworm Foundation akan terus bekerja sama dengan KTH Wana Makmur dan pemangku kepentingan lokal untuk mendukung implementasi rencana pengelolaan, memperkuat tata kelola kelompok, serta mendorong keberlanjutan usaha agroforestri yang telah dirintis.

Tentang Apical

Apical adalah pengolah minyak nabati terkemuka dengan jejak global yang berkembang. Proses pengolahan mid-stream yang terintegrasi secara vertikal dan dan pemrosesan hilir dengan nilai tambah menjadikan kami sebagai pemasok integral yang mendukung kebutuhan pangan, pakan ternak, oleokimia dan bahan bakar yang dibutuhkan oleh setiap industri.

Hingga saat ini, dengan aset terintegrasi di lokasi yang strategis mencakup Indonesia, Cina, dan Spanyol, Apical mengoperasikan sejumlah kilang, pabrik oleokimia, pabrik biodiesel, dan pabrik penghancur kernel. Melalui usaha patungan, Apical juga memiliki operasi pemrosesan dan distribusi di Brasil, India, Pakistan, Filipina, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat dan Vietnam.

Pertumbuhan Apical dibangun di atas fondasi keberlanjutan dan transparan, serta dimotivasi oleh keyakinan kuat bahwa kami dapat membuat dampak yang lebih berarti bahkan saat kami terus mengembangkan bisnis kami dan memberikan solusi inovatif kepada pelanggan kami.rmasi lebih lanjut, silakan kunjungi: www.apicalgroup.com.

Kontak Media :

Corporate Communications, Apical Group
Email: corpcomm@apicalgroup.com